Rabu, 09 April 2014

Toilet Training

Kapan Bunda dapat mulai mengajari si kecil menggunakan toilet?

Tidak ada patokan waktu kapan anak bisa melepas popoknya karena tiap anak memiliki kesiapan masing-masing. Namun, Si kecil biasanya sudah siap dilatih sejak usia 18 bulan. Kebanyakan anak perempuan lebih cepat dibanding anak laki-laki. Lepas popok erat kaitannya dengan mengajarkan toilet training.

Yang perlu Bunda pahami saat memulai mengajarkan toilet training pastikan bahwa si kecil telah siap, fisik maupun mental. Beberapa tanda bahwa si kecil telah siap yaitu: 
- mulai meniru bunda ketika BAB/BAK
- mulai mengatakan ketika ingin BAB/BAK
- mulai mengerti kalimat perintah/intruksi sederhana
- mulai berusaha membuka celananya ketika basah atau kotor
- meminta pispot atau mengajak ke kamar mandi saat ingin BAB/BAK
- si kecil tidak BAB/BAK selama minimal 2 jam dalam suatu waktu 
- menunjukan minat pada toilet.

Selain itu, bunda dituntut untuk lebih siap. Beberapa hal yg harus bunda siapkan, yaitu: 
- kesabaran yang tiada batas
- alat bantu spt pispot kecil, mainan di kamar mandi, atau kamar mandi yg aman dan nyaman
- celana si kecil yg mudah dibuka
- tunjukan dan katakan berulang-ulang mengenai toilet
- carilah teman untuk si kecil belajar toilet training.

Tips saat mengajarkan toilet training kepada si kecil: 
- segeralah membawanya ke toilet atau berikan pispotnya. Jika membawanya ke kamar mandi, jangan lupa membaca doa masuk kamar mandi dengan nyaring agar si kecil mendengarnya.
- jangan memaksanya jika si kecil menolak, cobalah lain waktu
- jangan lupa untuk memerhatikan tanda "kenyang" ketika proses pengeluaran selesai. Tanda selesainya BAB anak kecil diakhiri dengan kencing. Jika ia masih ingin berlama-lama, tunggulah sebentar barangkali si kecil masih berusaha mengeluarkan fesesnya. namun, jika terlihat bermain-main, segera akhiri saja.
- ajari si kecil menyiram fesesnya. Katakan kotorannya harus disiram sampai tidk terlihat dan baunya hilang
- membasuh duburnya hingga benar-benar bersih dengan menggunakan sabun. Katakan ini untuk menghilangkan najis dan untuk kesehatannya.
- mengelap bagian yg basah dengan handuk kering.
- biasakan keluar kamar mandi dgn membaca doa keluar kamar mandi dengan nyaring.
- mengajarinya menggenakan celana kembali.
- pujilah si kecil atas kesuksesannya melakukan toilet training, lupakan kegagalannya.
- konsisten

Hindari beberapa kesalahan yg sering dilakukan bunda:
- Terlalu dini, si kecil harus benar-benar siap
- Memulai di waktu yg salah, spt saat si kecil hendak punya adik dalam waktu dekat
- Membuatnya menjadi beban, jangan terlalu menekan atau mendorong untuk bisa cepat melakukannya atau benar melakukannya
- Mengikuti aturan org lain, masukan dari pihak kiri-kanan pasti banyak, tapi anda harus memilih yg plg tepat untuk si kecil, jangan sampai proses toilet training ini semakin lama
- menghukum anak. justru ini tidak akan menyelesaikan masalah...

Semoga bermanfaat bunda


Tidak ada komentar:

Posting Komentar